Selasa, 09 April 2013

Faktor Yang Membuat Tidak Betah Di Pesantren



Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya berakhlak baik. Tidak salah pada zaman sekarang mayoritas orang tua menyekolahkan anaknya ke pesantren, yang kita kenal pesantren adalah sebuah lembaga yang menekankan dalam perbaikan ilmu agama akan tetapi seiring dengan berkembangnya jaman, pesantren juga menyempurnakan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kita jangan berpikiran bahwa disebuah tempat  yang memiliki sebuah aturan itu tidak ada masalah, sekalipun itu adalah pesantren yang identik para siswanya terkenal  berahlak baik, akan tetapi karena adanya aturan tersebutlah yang akan membuat suatu masalah karena tidak semua siswa setuju dengan adanya peraturan tersebut. Oleh karena itu tidak sedikit masalah dan tantangan yang terjadi  pesantren terutama pesantren yang di asramakan. Aturan akan menjadi masalah bagi orang-orang yang mempunyai sifat pemberontak, oleh karena itu hanya dengan disiplinlah agar kita tidak mendapat masalah dengan aturan yang berlaku akan tetapi kebanyakan sifat manusia pada jaman sekarang tidak seperti itu.
Salah satu masalah yang ada di pesantren diantaranya: banyak para santri tidak betah di pesantren yang diasramakan yang berujung dengan keputusan untuk keluar sekolah. Dan para santri bisa langsung merasa tidak betah pada saat orientasi yang sering disebut dengan nama TOP. Padahal di asrama itulah yang akan mendidik sifat-sifat para santri untuk membentuk  sikap/akhlak yang baik. Akhlak baik itulah tujuan para orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke pesantren akan tetapi susah untuk membentuk akhlak yang baik karena akhlak yang baik harus dimulai dari kesadaran diri sendiri terus mengikutu aturan yang ada. Apalagi dengan banyaknya tantangan yang ada di asrama akan membuat susah untuk membentuk akhlak yang baik.
Masalah ketidak betahan itu diperkuat dengan adanya fakta yang membuktikan banyak tulisan-tulisan yang ditulis di meja belajar bahkan di tembok yang menceritakan tenteng ketidak betahan anak  tersebut. Biasanya tulisan-tulisan tersebut ditulis dengan sadar dan tidak sadar, sudah pasti seseorang yang menulis tersebut memang tidak betah dan tulisan yang ditulis dengan tidak sadar itulah kejujuran hati karena tulisan tersebut melukiskan bagaimana keadaan hatinya, ketidak betahan iti tejadi karna aturan yang berlaku yang menurut para santri peraturan itu terasa memberatkan, bisa terjadi juga karena tidak terbiasa hidup mandiri karena dirumahnya terbiasa dimanja oleh para orang tuanya bahkan ketidak betahan tersebut bisa terjadi karna para santri  yang sudah lama tidak memiliki uang, sedang malas melakukan kegiatan yang harus dilakukan di pesantren, pada saat santri banyak cucian , dll. masih banyak lagi yang membuat santri tidak betah.
Solusi yang akan membuat santri betah di pesantren , menurut observasi yang saya lakukan  selama tiga tahun lebih:
Ada yang bilang bahwa ketika kita sedang mempunyai satu masalah yang mengakibatkan perasaan tidak betah kita bisa menghilangkannya dengan cara menyibukan diri dengan apa yang kita senangi seperti halnya bermain bola,bermain basket,baca al-qur`an,komik,maupun novel, atau juga dengan yang lainnya yang menurut kita itu menyenangkan.
Ada yang bilang juga ketika kita merasakan ketidak betahan solusinya dengan melakukan tidur, karena menurut mereka tidur bisa menenangkan pikiran dan perasaan tidak betah. Bisa juga kita melakukan shalat dan berserah diri kepada allah dengan menceritakan masalah kita kepadaNya. Dan yang pasti kita tidak akan merasakan ketidak betahan diasrama selama kita mengikuti aturan yang berlaku diasrama , kita juga diasrama harus bisa hidup disiplin dan bisa membagi waktu, ketika kita bisa melakukan hal seperti itu dan mentaati aturan yang ada, maka perasaan ketidak betahan tersebut tidak akan menghampiri perasaan kita’. Terapkan pepatah  tersebut di dalam diri kita karena dengan sebuah pepatah yang kita pegang bisa membangkitkan jiwa semangat kita, insyaallah kita akan terhindar dari perasaan tidak betah di asrama.
M. Azmi Aula
XII IPA A Mu’allimien
Pesantren Persatuan Islam 67 Benda
Kota Tasikmalaya



Memahami Esensi Pendidikan


Memahami Esensi Pendidikan. Pendidikan dalam tinjauan umum dapat didefinisikan sebagai serangkaian upaya untuk memanusiakan manusia. Karena pendidikanlah yang bertugas untuk melakukan tranmisi nilai (value) dan pengembangan potensi. Sehingga nantinya manusia akan punya ‘pedoman’ berupa nilai-nilai serta kecakapan yang akan diaplikasikan didalam kehidupan bermasyarakat. Dalam filosofi pendidikannya, Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa pengembangan manusia itu meliputi tiga aspek : Daya Cipta (Kognitif), Daya Rasa (Afektif), dan Daya Karsa (Konatif). Dari filosofi tersebut kita bisa menyimpulkan bahwasannya manusia itu punya lebih dari satu aspek untuk dikembangkan melalui pendidikan. Sehingga penitik beratan terhadap salah satu aspek saja akan berakibat fatal terhadap masa depan sang manusia dan juga lingkungan masyarakat yang didiaminya. Salah satu contoh aktualnya ada maraknya praktek KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dinegeri ini. Ibarat dalam kondisi perang, pendidikan adalah sebuah proses pengumpulan bekal baik berupa kecakapan maupun mental agar bisa nenjadi prajurit yang gagah dimedan perang. Jika pendidikan tak mampu menjalankan tugasnya tersebut, maka kekalahan dimedan perang niscaya akan sering terjadi. Ini pulalah yang menjadi salah satu sebab pokok dari krisis multidimensi dinegeri ini.
Orientasi Belajar : NILAI ATAU KECAKAPAN?
Maksud hati sebenarnya nilai (score) itu digunakan sebagai sebuah parameter yang akan menunjukkan tingkat pemahaman pelajar untuk pokok bahasan tersebut. Namun di lapangan terjadinya banyak ke tidak singkronan. Itu berarti, kini nilai yang menjadi standar acuan itu tak lagi representatif.
Salah satu bentuk ke tidak singkronan tersebut adalah belajar hanya menjelang ujian atau sering disebut SKS (sistem kebut semalam). Hal ini membuat pokok bahasan hanya akan menjadi hafalan jangka pendek bagi para pelajar yang mungkin hanya akan berguna untuk ujian saja jika hal itu yang terjadi, jangankan bisa dimanfaatkan dalam kehidupan bermasyarakat, memaknainya saja mungkin jarang dilakukan.
Bentuk ketidak singkronan yang ke dua adalah di anggapnya menyontek sebagai bagian dari usaha. Bagi kami, ini adalah sebuah penghinaan yang ditujukan pada kaum sendiri, kaum terpelajar. Dulu,orang terpelajar adalah orang yanng di elu-elukan masyarakat karna prospek masa depanya yang cerah.
Tapi kini, sebagian dari kita telah menjerumuskan diri sendiri didalam lubang kenistaan. Selain tu, menyontek ternyata juga berdampak buruk bagi psikologis bagi pelajar. Mereka akan menjadi malas dan tidak percaya diri. Rasa-rasanya mata rantai korupsi di Indonesia akan terus berlanjut jika mental dari para penerus bangsamasih seperti ini. Pada dasarnya manusia telah disediakan jalan yang lurus didunia ini, jalan kebenaran. Namun, nafsu duniawi telah menggelapkan mata manusia, sehingga kenistaanlah yang tepat untuknya. Pendidikan yang semula memiliki misi luhurpun akan menjadi nista jikalau para pelajarnya tidak mampu mengontrol nafsu mereka. Kini hati tang bicara.
Perubahan Arus Bawah : Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Bangsa
Pandangan tertunduk, tak berani menatap kedepan. Mereka takut dengan tantangan zaman. Mereka tak berani melakukan perubahan. Merekalah sebagian pemuda zaman sekarang.
Bagi bangsa yang memiliki tingkat keberagaman sangat tinggi,perubahan arus atas (kebijakan/peraturan) dirasa kurang efektif, mengingat besarnya potensi penolakan akibat banyaknya perbedaan pandangan. Sehingga salah satu cara yang lumayan efektif adalah perubahan arus baeah. Perubahan dari akar rumput. Perubahan yang dimulai dengan cara mengubah diri sendiri dan mengajak orang lain untuk ikut berubah. Dalam Islam, hal ini disebut dakwah.
“Ketika pendidikan sudah kembali ke jalan yang lurus,perubahan besar bangsa ini bukan lagi sekedar mimpi”


Upacara Adat Sunda Paturay Tineung


Di handap ieu Conto Upacara Adat Sunda Paturay Tineung pelepasan siswa sareng kenaikan kelas di sakola, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA.

Narator bubuka :
Kum……..asalamualaikum
Sampurasun kanu ngariung
Neda widi kanu linggih
Seja mirig nu sumping
Kemprang mapag nu datang
Binarung kasinugrahaan
Dina rinekna budaya sunda

1.    Gending bubuka
2.    Guruh
Narator:
            nitih wanci nu mustari
Ninggang mangsa nu utama
Mangsana bade paturay
Sapu nyere pegat simpay
Pacampur suka jeung duka
Pagalo seneng jeung lewang
Sdn…………….nu urang
Ngbralkeun nu rek amitan
Nu tamat lalakon leumpang
Duh kedal lisan pileuleuyan
Sumangga urang rampes kasumpinganana
Siswa-siswi nu rek amitan

3.    Ki lengser midang
4.    Pager ayu jeung payung agung
Narator:
            bandera papayung agung
Temen deudeuh pangbagea
Dipapag ku aki lengser
            di ibingan digendingan payung agun
            haturan anaking geura lalinggih
            hung……hung……ahung

5.    Jajap siswa siswi kelas……
Narator:
            haturan jimat anaking
            hidep anu dianti-anti
            yap sumangga lenggah
            …………………………………………….
            mana siswa anu karasep the
            mana siswi anu garelis the
            kupalinter hidep the anaking
            jeung garagah deui…………….
            bubuhan titisan tiluhurna
            …………………………………………………
            kentel peujit balas peurih
            kuru cileuh balas maca
            arasak tapak……………………….
            geura tampa pangbagea
            tina jadi sepuh
            yap anaking
            urang bageakeun
            urang kangkalungan
            kumedali sinangling ati
            …………………………………………………
.
6.    Acara sungkeman
Narator:
Kasep ……..geulis amaking
Dipayun hideup parantos calik bapak kepala sekolah miwah ibu guru nu maksadna bade ngadugikeun kanyaah sareng ka asih ka hidep nu mangrupi piwejang

Kieu kasep…….geulis anaking
Bagea anaking bagea……….poe ieu kabungah bapak miwah ibu sadaya tembus ka langit katujuh, parat ka congka rasa …………….rehna hidep sakola ges rengse.
Jalan panjang nu baris di sorang geus nampeu di hareupeun hidep……bral geura miang, dimimitian ku ngucapkeu………… bismilah, bari dibarengan ku niat hate nu beresih tur suci.

Omat anaking ………………..
Hahalang jeung tantangan………….tapi sok sanajan kitu……..omat hideup ulah geumpeur jeung galindeur……….malah mah kudu jadi pecut pikeun ngudag sarta ngahontal cita-cita. Lamun hidep tetep panceg istiqomah di jalan allah ,,,,,,,,,,,,,insa allah bakal sanggup nyanghareupanana.

Kasep………..geulis anaking
Pamungkas samemeh hideup ngalengkah …………….ninggalkeun ieu sakola……..peupeujeuh hidep kudu yakin yen ilmu anu di pimilik ku hidep the bakal bisa nangtukeun luhur handapna darajat hideup ……………..
Bral ……………….geura miang kubapa miwah ibu di duakeun ………………………..
Ya allah ………………… ya robbi
Abdi titip ieu murangkalih …………..mugia aranjeuna dina nyiar elmu jeung panemu sing aya dina mungguh allah , mulia dina pandanngan papada manusa ……………….amin.

Kasep………geulis anaking
Sok ………ngdeug heula……….geura teuteup raray bapa sareng ibu nu parantos ngadidik sareng ngaping hidep salami 3 taun……………………dibarengan ku hate jumerit ka allah kalayan nyuhunkeun bdi hapunten tina sagala dosa……………….
Sok duaan sungkem ka bapak sareng ka ibu………………..

Bapak……………ibu hapunten abdi. Abdi rumaos seueur nyesahkeun , rumaos seueur ngadamel kalepatan. Sok ngeselkeun .
Rumaos tara tumat kana parentah bapa sareng ibu ……………….
Salami 3 taun abdi dididik, di aping ku bapak sareng ibu……………..
Dinten ieu abdi sareng rerencangan bade permios, seja ngantunkeun ieu sakola ……….. Du’akeun abdi sadaya supados tiasa na hasil cita-cita.
……………………………………………………………………………………….....
…………………………………………………………………………………………..
Bagea naking ku bapa sareng ibu teu weleh di hampura………… sadaya kalepatan hideup …bapak sareng ibu guru ngan ukur ngajurung ku du’a bral hideup geura miang…………………..geura tandang makalang………………………………….

Sumanggga ngadeg deui . Ayeuna uranng teraskeun kana acara ……………………………………………
.
7.    Ngaleupaskeun japati ( symbol pelepasan siswa – siswi )
Narator:
            kasep geulis jimat anaking
Dinten ieu bapak miwah ibu guru
Bade ngaleupas hidep sacara resmi ku symbol manuk japati

Kasep……geulis jimat anaking
Jejeg panceg  ….. Taun lamina
Ngarandapan suka jeung duka
Di asih, di asuh, ku bapak sareng ibu guru
Kiwari cunduk waktuna
Mungkas lalakon sakola di ……………….
Geura hontal cita –cita
Sumangga urang ngaos du’a sasarengan………………………
………………………………………………………………………..

Bismillahirrohmanirohim………………………………
Bismikatawakaltualallah………lahaola walakuata illabillahil aliyil      adzim……..
Bral……………………..bral ……………. Miang……

Grup Musik Tradisional Sunda KAWASA


Alat musik sunda yang sekarang mulai terlupakan adalah ‘karinding’, bahkan orang sunda sendiri sampai ada yang tidak mengetahui apa itu karinding, tetapi santri Pesantren Persatuan Islam 67 Benda peduli terhadap karinding ini. Maka dari itu santri Benda mempunyai insiatif untuk membentuk grup musik tradisional sunda ini yaitu KAWASA.
Kawasa adalah sebuah nama grup musik sunda (karinding) yang didalamnya terdapat anak muda yang ingin melestarikan budaya sunda yang di wariskan dari karuhun supaya tetap bereksistensi di dunia musik. Personil dari KAWASA yaitu Sadut (vokal, goong tiup, karinding), Bondol (celempung), Imay (celempung), Jack (Karinding, bird voice), Ari (karinding), Ikra (karinding), Irenk (toleat, suling, karinding, vocal) yang semuanya berdomisili di pesantren 67 Benda ini
Awal terbentuknya KAWASA karena para personil adalah metalhead dan mereka menemukan salah satu grup karinding yaitu Karindind Attack (KARAT), akhirnya mereka pun terinspirasi untuk memainkan alat musik tersebut. Awalnya KAWASA hanya terdiri dari 4 orang, yaitu Imay, Ikra, Bondol & Irenk yang hanya sekedar iseng untuk bermain alat musik tersebut. Mereka membeli alat musik tersebut dari Bandung, tepatnya di Abah olot.
Mereka pun ditawari main di sebuah acara RG-UG (organisasi pesantren) yaitu LCTIA (Lomba Cepat Tepat Ilmu Alat), dan ketika itu mereka belum mempunyai seorang vokal, kemudian Sadut dan Jack di ajak untuk  menjadi personil KAWASA. Dengan kemampiuan seadanya mereka bermain di acara tersebut sampai mereka membawakan lagu hampura ema part III, dan ketika itu mereka belum mempunyai nama untuk grup mereka.
Waktu terus berjalan, mereka pun menjadi sering memainkan alat musik tersebut. Ketikaitu saudara Ari pun sering ikut latihan dengan KAWASA, saat itulah Ari pun diajak untuk menjadi personil sambil belajar alat musik sunda bersama KAWASA.
Namun nama KAWASA sendiri diciptakan oleh saurdara Sadut dan Irenk, karena mereka orangnya bisa di sebut caliweura sampai-sampai mereka menyempatkan untuk mencari nama tentang grup kami itu di mesjid An-Nur, dan atas kesepakatan kami bersama lahirlah nama KAWASA (KArinding WArisan SundA).
Sekarang KAWASA memiliki alat musik sunda yaitu karinding, celempung kulit, celempung  GK, cacaian, goong tiup, guguludugan, bird voice, toleat dan suling yang didapatkan dari berbagai surupan, diantaranya dari majalaya (Karmawangsa), Cineam, Abah olot,Soreang, dll.
Semakin kesini mereka mulai menemukan orang yang cukup ahli di bidang alat musik ini dan KAWASA sendiri pun mendapatkan banyak ilmu dari orang-orang tersebut. Dan sekarang KAWASA sudah mempunyai 4 buah lagu diantaranya : Nyiar elmu, Adean ku kuda beureum, Hiphop titikring, Bapa bangsat. Mereka sendiri sering membawakan lagu-lagu dari grup musik lain seperti : Hampura ema part II – KARAT, Muringkak – Karinding Militan, Bangkong di kongkorong kujang – SASAKA, Ayun Ambing – Bambu gawir, ada juga KAWASA pernah membawakan lagu PLAYBOY dari 7icons dengan versi KAWASA sendiri.
Tempat yang digunakan untuk mereka latihan atau biasa di sebut juga dengan hahaleuangan, mereka suka di asrama, gowok dan juga kelas. KAWASA juga pernah bermain di acara LCTIA, START dan HIPA 2012 yang tentunya acara-acara intern atau RG-UG (organisasi di pesantren).
Sampai sekarang KAWASA masih belajar untuk menjaga warisan karuhun sunda.
Hayu Urang Jaga Babarengan....!!!!!!!!!
Wildan, Ikra, Milzam
XII IPA A Mu’allimien
Pesantren Pesatuan Islam 67 Benda
Kota Tasikmalaya

Korban Mode, Gimana Dong ?


Bismillah ..
Hei , ikhwan dan akhwat !!
Pernah ga sih kalian semua ngerasa minder dengan penampilan kalian karena di kasih julukan kuper atau katro gara-gara kalian memakai pakaian muslim dan muslimah atau gara-gara ga ngikutin trendy saat ini yang lagi emang ngetrend banget ?? Gara-gara julukan itu pula kalian pasti ada yang pernah mempunyai keinginan buat ngikutin trend dan mode yang selalu berusaha untuk menjadi remaja yang ter-up to date. Keinginan ini justru membuat kita jadi lebih mentingin image dan penampilan.
Zaman sekarang,anggapan seperti ini telah menjadi suatu keharusan untuk berpenampilan trend,up to date ,gaul,bermerk,dsb. Padahal sebagai muslim dan muslimah,kita di larang berpakaian secara berlebihan,lebih baik apa adanya tetapi tetap sopan dan rapi.
Firman Allah :

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang baguspada setiap (memasuki) masjid,makan dan minumlah tetapi jangan berlebihan.Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Hei,friends,meskipun kita seoarang muslim dan muslimah,bukan berarti kita ga boleh gaul atau ngikutin trend,,tapi kita harus tahu batasannya.Berpenampilan sederhanapun asalkan kita bisa menjaga kerapian dan menjaga akhlak kita,Insya Allah deh kita di pandang baik sama orang-orang di sekitar kita.
Dengan anggapan ingin di bilang trendy dan keren,pastinya kalian bakal dikejar trend yang lagi happening banget,kalian di tuntut memakai pakaian yang mahal dan bermerk.Kalo emang mampu sih ya ga masalah,tapi kalo emang bener mustahil buat beli tuh barang-barang,meningan jangan deh.Sayang tuh uang orang tua di abisin cuma buat ketenaran dong.
Sekarang gini deh,sebenernya boleh ga sih kita beli barang-barang yang mahal kaya begitu dan ngikutin trendy??
Sebenernya,kita boleh-boleh aja ko ngikutin trendy,ga ada yang ngelarang juga.Tetapi dengan syarat-syarat sebagai berikut. (simak baik-baik)

1. Merk Bukan Jaminan
Harus kalian ingat,merk bagus bukan berarti kualitas suatu barang juga bagus lhoo..Banyak ko merk bagus tapi cuma tipuan,tetep aja kualitasnya sama aja dengan merk atau kualitas rendah.
Jangan sekali-kali kamu termakan omongan orang-orang di sekitar kamu kalo pakaian yang ga bermerk tuh berarti kita orang ga mampu atau emang ga tau mode. Sekali lagi JANGAN !! . Walaupun pakaian kita ga bermerk seperti  yang lainnya,tetapi kita tetap bisa ngikutin trend dengan cara cari inisiatif buat menutupinya,misalnya cari barang yang bagus tetapi harganya juga terjangkau,dengan kata lain kita harus pintar memilih harga.

2. Siasati Keterbatasan
Banyak banget temen-temen kita di dunia luar sana yang berani menghambur-hamburkan uang orang tuanya untuk membeli barang yang mereka pengenin untuk bisa tampil trendy dan gaul.Mereka meminta uang dengan alasan untuk keperluan sekolah,tetapi kenyataanya tanpa fikir panjang,mereka dengan entengnya menghabiskan uang dengan sekejap. Astagfirullah..
Nah,kita sebagai remaja yang berakhlak dan mengerti keadaan orang tua,jangan sekali-kali berani melakukan hal seperti itu.Jika memang kita ingin membeli sesuatu yang kita pengenin dan kita ga punya cukup uang untuk membelinya,jangan terlalu di paksain deh..Daripada nantinya kita terjerat godaan syaitan dan menipu orang tua seperti yang dilakukan remaja pada umumnya..Jangan sampe yaa.. Hidup apa adanya lebih nyaman koo..

3. Sesuai Sama Kepribadian
Pengen punya barang yang bermerk adalah hal yang wajar dan manusiawi.Tapi kalian harus sadar juga,bahwa merk itu bukanlah segalanya.Pusing mikirin merk yang bagus buat diri kalian?? Duhh,ngapain di pikirin?? Meningan tuh otak di pake mikirin hal-hal yang positif deh,kaya ngadain baksos misalnya.Dengan begitu kalian bisa ko jadi remaja yang keren dan up to date.
Merk terkenal bukan jaminan seberapa oke sih gaya kalian.Jadilah diri sendiri,be my self aja.Jangan pernah ngikutin temen-temen kalian yang emang bisa ngerugiin kalian.Apa yang ada di dalam diri dan otak kalian lebih berharga bagi kalian.Penampilan yang mencerminkan pribadi ini adalah sesuatu yang unik dan bukan basa-basi atau dibuat-buat.Itu namanya keren dan cool !!

4. Be Ur Self
Finally,perlu diingetin lagi,image di mata orang-orang itu sebenernta ga terlau penting buat kita pikirin.Gara-gara pengen punya image bagus,bela-belain beli barang yang emang muahhal banget buat kalian.Pake yang ada aja deh,kalian masih bisa berpenampilan trendy dengan berpakaian rapi dan bersih tanpa merk-merk terkenal.
Intinya jadi diri sendiri aja deh,,



Kesimpulan akhirnya,berpakaianlah apa adanya,sederhana namun rapi,jangan berpakaian atau berpenampilan hanya ingin di lihat,di puji,dan hanya ingin di bilang cakep atau cantik.Ga banget..Berpenampilanlah sesuai syariat Islam.
Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya yang paling kutakuti atas kamu adalah syirik kecil,sahabat bertanya,apa syirik kecil itu ya Rasulullah? Beliau menjawab riya. Di hari kiamat nanti Allah akan berkata kepada mereka : “Pergilah kamu kepada orang-orang yang menyebabkan kamu beramal ingin dipujinya,mintalah balasan padanya”. (H.R.Ahmad no.22528)

Syafaah Nuraini Rohtiana
XII IPA B Mu’allimat
Pesantren Persatuan Islam 67 Benda
Kota Tasikmalaya

BIOGRAFI PENULIS

Nama: Syafaah Nuraini Rohtiana
TTL : Sumedang,28 Juni 1994
Alamat: Sumedang
Kelas : XlI Muallimat, Zefinic
Motto: Masalah itu untuk di hadapi bukan untuk di hindari

Senin, 08 April 2013

Kebangsaan : Opini Santri


Kebangsaan slalu ada dalam benak kita, permasalahan yang slalu menimpa bangsa ini memang slalu membuat kita pusing ataupun kecewa.Tertimpa masalah sudah menjadi kebiasaan bagi bangsa ini dari yang kecil sampai yang besar, bisa kita temukan di bangsa ini mulai dari perampokan,kericuhan,kemunafikansampai korupsi bisa kita temukan di bangsa ini.
Banyak yang bilang bangsa ini surganya para korupsi, iya memang seperti itu adanya melihat kenyataan yang ada di indonesia ini.Ya seperti itu adanya, jadi jangan aneh pada bangsa ini.Kemunafikan slalu menyelimuti mereka yang memakai jas hitam, yang berdasi dan bersepatu pantopel dengan berwibawa tinggi padahal di bungkus dengan penderitaan berjuta juta rakyat mereka.Yang di atas slalu menjajikan dengan serius dan seperti sumpah, tapi apa daya mereka tak lain hanya membual penuh dengan kebohongan dan dusta.
Pencuri kecil dan pencuri besar tak ada bedanya, moralitas bangsa yang rendah atau bisa di bilang tidak sehat, biasa kita temui di kehidupan sehari hari.Kekecewaan sudah menjadi teriakan biasa, tidak dianggap sebagai suatu permasalahan yang harus di selesaikan.Nampaknya aspirasi kami sebagai rakyat sudah tidak dihiraukan lagi.Kami menitipkan bangsa ini kepada orang orang yang benar dan bisa membawa bangsa ini ke jalan yang semestinya baik, bukan untuk di permainkan.
Sudah cukup bangsa ini tiga ratus lima puluh tahun di jajah oleh Belanda,mungkin dulu nenek moyang kita di jajah oleh orang luar yang ingin menguasai bumi pertiwi ini.Jangan sampai terulang lagi kejadian seperti itu, tapi anehnya hari in bangsa yang di bangga-banggakan ini menjadi bangsa yang banyak di cemooh oleh orang lain. Dikarenakan mereka yang tidak puas dengan kekayaan, haus akan tahta dan menafsu akan harta banyak.
Jeritan-jeritan kaum pinggiran yang sama sama mereka juga manusia yang mempunyai hati,pikiran dan perasaan tapi sekali lagi mereka yang di atas tak mendengar jeritan itu.Lalu, siapa lagi yang harus mendengarkan aspirasi kami.
Apakah kami mempunyai dosa yang begitu besar sampai sampai sekarang kami tak di dengar oleh anda atau mungkin anda yang tak mau mendengarkan kami.
Ironisnya negri ini.
Semoga anda yang di atas bisa lebih memperhatikan kami................


anak bangsa indonesia
aizat kautsar

Ketidak Adilan bangsa ini; Artikel Santri Benda



Bangsa ini bernama indonesia,dari sabang sampai marauke,dari pulau weh sampai pulau rote,berjajar pulau pulau dari yang besar sampai yang kecil.Keindahan negeri ini begitu exotis, kita bisa menjumpai tempat tempat yang indah seperti Gunung Bromo yang ada di Jawa Timur, Raja Ampat yang berada di Papua,Taman Laut Bunaken yang ada di Sulawesi dan Pantai Kuta yang membuat semua orang yang ada di mancanegara ini terkagum kagum pada keindahannya.
Keindahan negeriku seperti tak ada duanya, tetapi di balik keindahan negri ini banyak keburukan yang tertutupi.Mungkin keburukan itusudah terkenal di mana-mana, terkenal di mancanegara.Keburukan itu bernama pemerintahan, ya pemerintahanku banyak menua kontrofersi mulai dari korupsi,kolusi dan nepotisme.
Bangsa ini paling suka dengan yang namanya uang,pejabat pemerintahan sudah tidak mementingkan rakyat.Masa bodo dengan rakyat, yang penting adalah kepuasan individual mereka yang duduk di bangku DPR MPR.Jelas-jelas bukan orang orang yang bodoh,mereka  adalah orang yang berilmu dan bermartabat tinggi.Kita memilh mereka karena kita percaya pada mereka, bukan untuk main main ataupun untuk sekedar lelucon.
Yakin seratus persen kami bangsa indonesia sangat kecewa dengan pemerintahan ini, karena pemerintahan ini slalu menuai kontroversi.Bukannya membuat kami sejahtera,malah membuat kami runyam dengan segala permasalahan yang ada di negri ini.
Banyak ketidak adilan yang terdapat di negeri ini, kami merdeka mulai dari tahun 1945 sampai sekarang ya yang miskin tambah miskin yang kaya tambah kaya.Mungkin miskin dan kaya memang sudah menjadi realita kehidupan di dunia, tapi alangkah anehnya bangsa yang mempunyai sumber daya alam yang begitu melimpah tidak bisa mensejahterakan rakyatnya.
Kami yang selalu berharap mempunyai kepemerintahan yang jujur dan di pandang bagus oleh negri lain,betapa tidak adilnya negri ini ketika maling ayam di hakimi dengan hukuman yang seberat beratnya,tapi sisi lainpara koruptor bebas berjalan dengan santai walaupu masuk penjara tapi serasa hotel bintang lima yang di mana fasilitasnya memadai bisa jalan jalan sesuka hati.
Sepertinya pemerintah sudah tidak peduli lagi dengan rakyat miskin yang berada di sekitar kita,banyak anak-anakyang masih berumur lima sampai belasan tahun dibiarkan mencari uang di jalanan.Padahal kalo kita melihat dengan hati dan pikiran,bisa apa anak sekecil itu.Untuk bermain saja masih harus di awasi,ya tapi apa daya siapa yang kuat dialah yang menjadi raja.
Kemiskinan memang sudah merajarela, tahta bagaikan tuhan yang selalu kita sembah setiap waktu.Gak ada lagi yang namanya kejujuran dan rasa malu, kata-kata itu bagaikan mimpi yang gak pernah kembali dan tidak bisa di ulang.Mungkin masyarakat sekarang hanya bisa diam dan terduduk lemas,kami hanya bisa berharap semoga pemimpin yang selanjutnya bisa mensejahterakan kami bukan untuk mennyengsarakan kami
                                             aizat kautsar