Senin, 08 April 2013

Perkembangan Teknologi dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas SDM dan Kehidupan


Teknologi merupakan suatu hal yang tidak bias dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Dalam menjalankan tugas kita sehari-hari kita dbantu dengan adanya teknologi, yang dapat mempermudah dalam menyelesaikan pekerjaan kita sehari-hari.
Beda halnya dengan zaman dahulu yang mana belum ada teknologi seperti zaman sekarang. Kita ketahui pada zaman Rasulullah ketika beliau hijrah dari Makkah ke Madinah dengan sahabatnya, berjarak kurang lebih sejauh 400 km ditempuh dengan menggunakan unta sehingga memerlukan waktu berbulan-bulan untuk sampai ke Madinah. Kemudian laluluntas informasi kala itu berjalan dengan sangat lambat, untuk mengetahui kejadian yang terjadi diwilayah tersebut saja baru dapat diketahui dalam jangka waktu yang tidak bias dibilang sebentar bahkan bias berbulan-bulan lamanya. Kemudian pada waktu itu belum ada listrik, penerangan lampu, pompa air otomatis, televise, computer apalagi internet dan berbagai teknologi lainnya.
Keadaan seperti itu membuat orang-orang yang hiup pada zaman itu harus bekerja keras untuk dapat menyelesaikan pekrjaan-pekerjaan mereka. Mereka akan lebih banyak bergerak dan lebih giat dibandingkan zaman sekarang yang hanya berleha-leha diatas kasur dengan HPnya yang hanya menghabiskan waktu untuk chattingan atau facebookan. Untuk mendapatkan air yang bersih kita hanya perlu alat penyaring air, untuk mendapatkan sepiring nasi kita hanya tahuyang namanya magic com, magic jar tanpa kita tahu proses yang sebenarnya.
Berikut penulis akan paparkan dampak yang terjadi dari perkembangan teknologi dizaman ini.
Zaman serba instan membuat :
Daya tahan tubuh kita lemah
Berfikir yang instan-instan
Contoh : seorang anak yang sedang mengerjakan ulangan sekolahnya lebih memilih jalan pintas yaitu mencontek daripada harus menghafal dengan sungguh-sungguh.
Minimnya etika dan moral
Contoh: seorang anak hanya memperhatikan HP yang ada digenggamannya daripada harus membantu oarng tuanya
- Bebasnya penggunaan internet  membuat seseorang lebih leluasa dalam memenuhi hawa nafsunya
Kriminalitas terjadi dimana-mana
Contoh : pencurian, pencopetan, perzinahan, coret-coret didinding dan lain sebagainya.
Menurunnya kepekaan lingkungan
Menurunnya kesadaran berpartisipasi
Contoh  : orang yang sehari-harinya hidup dengan teknologi kurang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar,sehingga membuat kurang kesadaran dalam berpartisipasi dan kepekaan lingkungan.
Pada kenyataannya kita tidak bias menolak atau kontra pendapat akan kehadiran dan perkembangan teknologi, karena memang perkembangan teknologi sudah banyak berperan dalam membantu menyelesaikan masalah-masalah atau pekerjaan kita sehari-hari, namun disisi lain perkembangan teknologi berdampak negative bagi kehidupan kita.untuk itu perlu ada kesadaran dari dirikita agar tidak terlalu bergantung pada teknologi tersebut dan bias berdampak negatif  bagi kita. Pada intinya jika kita menggunakan dengan benar dan semestinya, maka akan berdampak positif bagi kita. Sebaliknya penggunaan teknologi yang salah dan tidak semestinya, maka akanberdampak negatif bagi kita.
Terakhir, bimbingan agama tidak bias terlepas dari seluruh permasalahan yang terjadi di dunia ini, agar kita bias tergolong dalam insan ulul albab.

Cep Gilang & Fityan
X Mu’allimien
Pesantren Persatuan Islam 67 Benda
Kota Tasikmalaya

Cerpen Santri Benda: Nyi Roro Kidul Versi Jawa


Putri Kadita merupakan anak dari Raja Munding Wangi.Putri Kadita memiliki kecantikan yg sangat luar biasa,sampai-sampai seluruh negeri mengakui kecantikannya.Namun sayang sekali walaupun Putri Kadita merupakan putri yg paling disayangi oleh Raja Munding Wangi,tetapi Raja Munding Wangi sangat mengharapkan kehadiran seorang anak laki-laki ,yg tidak bisa dia dapatkan dari istri pertamanya yakni ibu dari Putri Kadita.
Kemudian Raja Munding Wangi pun memutuskan untuk menikahi Dewi Mutiara,dan harapan Raja Munding Wangi pun terwujud akhirnya ia memiliki anak laki-laki dari Dewi Mutiara.Singkat cerita anak laki-laki tersebut ,sudah tumbuh dewasa dan akan menjadi penurun tahta kerajaan.Namun harapan untuk menjadi penurun tahta itu tertahan dikarenakan adanya kehadiran Putri Kadita.Kemudian Dewi Mutiara pun meminta baik-baik kepada Raja Munding Wangi untuk mengusir Putri Kadita dari kerajaan ini,namun usahanya gagal.Lalu Dewi Mutiara memanggil seorang  dukun untuk mengutuk Putri Kadita menjadi manusia yg memiliki bisul&borok yg luar biasa,dan rencana itu pun berhasil.Akhirnya Raja Munding Wangi pun dengan terpaksa mengusir Putri Kadita dari kerajaannya.
Putri Kadita merasa sedih berjalan sendirian,setelah 7 hari 7 malam berjalan,akhirnya Putri Kadita menemukan pantai.Ia pun merasa senang karena dia merasa pantai ini berbeda dengan pantai lainnya.Lalu  Putri Kadita berenang ke laut pantai tersebut dan ajaibnya dalam sekejap kutukan Putri Kadita pun hilang seketika.Setelah berenang dia pun mendapat mandat untuk menjaga dan mengurus Laut Selatan beserta isinya,dan ia mendapat julukan Nyi Roro Kidul.
TAMAT


PENULIS : RAMADHAN BINTANG.B
KELAS : VIII B Tsanawiyyah
Pesantren Persatuan Islam 67 Benda Kota Tasikmalaya

Cerpen Santri Benda: Ku Ingat Tuhan


Ketika aku merenung duduk menengadah diatas kursi dibawah kesejukan pohon rindang, tak terasa kini umurku 15 tahun. Kini saatnya aku untuk berfikir kemana aku harus melanjutkan sekolahku. Hingga terlintas suatu hal dalam benakku yang menjadi landasan untuk aku ingin melanjutkan sekolahku kemana, yaitu suatu zat yang selama ini aku lupakan, suatu zat yang memberi tujuan hidup, suatu zat yang maha pencipta, yaitu Allah SWT. dan aku selama hidup disekolah menengah ini melupakannya, melupakan sang pencipta, itulah mungkin yang membuat hampa hidupku selama ini.
Setiap harinya aku hanya berfokus pada kesibukkan duniawi, sedang al-Qur’an dan as-Sunnah kulupakan begitu saja. Bahkan shalat lima waktu yang ku tahu sebagai landasan dan pondasi agamaku yang diturunkan langsung tanpa perantara malaikat jibril sering aku tinggalkan. Maka untuk membalaskan kesalahan dan kekhilafanku dimasa lalu aku akan masuk atau melanjutkan sekolahku ke madrasah untuk lebih mengenal agamaku, agama dengan landasan al-Qur’an dan as-Sunnah dan berpondasikan shalat lima waktu dengan resiko apapun, dan inilah takdir yang ku tentukan.
Awal aku masuk Pesantren, aku dikenalkan ta’aruf dan orientasi pelajar. Sebagai seorang dengan kini berstatus sebagai santri aku masuk kesini dengan nilai yang lumayan dan aku masuk ke kelas DW (Diniyyah Wustha) atau pertengahan antara MTs dan MA. Pelajaran yang diberikan semua adalah pelajaran agama Mts dari kelas 1-3. Mula-mulanya memang sangat susah tapi dengan usahaku ku coba hingga aku mendapatkan peringkat terbaik dikelas. Jikalau aku ketika bersekolah dulu aku mengenal apa yang dinamakan OSIS, maka disini aku mengenal apa yang dinamakan Rijaalul Ghad (bapak masa depan) dan Ummahatul Ghad (ibu masa depan) organisasi inilah yang akan memberikan landasan hidup al-Qur’an dan as-Sunnah pada setiap apa yang dijalani di Pesantren ini.
Setelah menamatkan sekolahku, lulus dengan nilai yang memuaskan dan kini aku berjanji untuk mengamalkan apa yang aku tahu kepada mereka selaku masyarakat yang awam. Inilah hidupku kini, dahulu aku buta tak bisa melihat karena tak ada cahaya tapi kini akulah yang akan menjadi cahaya bagi mereka yang butuh akan agama. Terimakasih Tuhan telah mengingatkanku atas keagungan-Mu.

Apriza Akbar Fauzi
VIII A Tsanawiyyah
Pesantren Persatuan Islam 67 Benda
Kota Tasikmalaya

Cerpen Santri Benda: Kisah Elizabeth



“ Merelakan Dirinya Disiksa Ibunya Demi Agama Allah “
Pada suatu hari ,Elizabeth berjalan-jalan bersama Sally,sahabatnya.Walau mereka berbeda agama,tetapi mereka tidak mau berpisah sedikitpun.Elizabeth beragama Majusi sedangkan Sally beragama Islam.Meskipun ibunya sudah melarang dia untuk bermain dengan Sally,tetapi Elizabeth tetap ingin bermain bersamanya.Karena Sally anak yg baik dan hanya Sally yg mau mendengarkan Elizabeth bercerita.Saat tiba disuatu tempat ,Elizabeth bertemu ibunya yg sedang pulang menuju rumahnya dengan menggunakan mobil.
“Elizabeth!” Panggil ibunya dari dalam mobil.Elizabeth pun menengok.
“Ayo pulang!” Kata ibunya.Elizabeth hanya menggeleng.
“Aku mau mengantar Sally ke apotik  membeli obat untuk ibunya” Kata Elizabeth.
“Tapi,jam 10.30 kamu harus ada di rumah” Kata ibunya.
“Iya” Jawab Elizabeth singkat.Mereka pun meneruskan perjalanannya.Setelah selesai membeli obat,Sally melihat jam tangannya.
“El,sudah jam 10.15 kamu harus pulang” Kata Sally.
“Ah… tidak! Lagian ibuku tidak akan marah kok”.Jawab Elizabeth
“Terserah deh!” Kata Sally.Lalu mereka melanjutkan perjalanan.Tiba-tiba kaki Sally tersandung batu.
Sally pun mengucapkan kata yg seharusnya tidak ia ucapkan. “Inanilahi” Kata Sally.
“Kata-kata apa tadi?” Tanya Elizabeth.
“Oh… tidak!” Kata Sally gugup
“Kamu tidak seharusnya mempunyai rahasia tersendiri selain kamu bercerita kepadaku”.Elizabeth marah.
“Ok,aku jujur! Aku mengucapkan kata ‘Inanilahi’ “ Jawab Sally.
“Kata-kata apa itu?” Tanya Elizabeth.
“Hanya orang Islam yg mengerti kata-kata itu” Jawab Sally.
“Baik,kalau begitu aku ingin masuk Islam” Kata Elizabeth,Sally pun tercengang.
“Tapi,nanti kamu akan dimarahi ibumu” Kata Sally,tapi Elizabeth memaksa.Lalu Sally pun mengantar Elizabeth ke Ustadz Hamid.
Disana , Elizabeth mengucapkan syahadat,membaca Al-Qur’an dan mendengarkan kisah Nabi Muhammad.Akhirnya Elizabeth pun masuk agama Islam,setelah itu Elizabeth pulang ke rumahnya pada pukul 12.30.
Saat tiba di rumah,ibunya pun bertanya “Mengapa pulang terlambat?”
“Ibu,aku telah masuk agama Islam” Jawab Elizabeth dengan jujur.
Lalu ibunya marah,dan memaksa Elizabeth untuk kembali masuk agama Majusi.Tetapi Elizabeth tidak mau.Setelah lama,ibunya pun menyerah karena Elizabeth bersikeras tidak mau masuk agama Majusi.Akhirnya ibunya menyuruh warga Majusi untuk membakar anaknya.
“Anakku,untuk terakhir kalinya ibu bertanya padamu ‘kamu memilih mati atau kembali ke agama kami?’ “ Tanya ibunya.
“Aku lebih baik mati dari pada menyembah api” Tegas Elizabeth.
Akhirnya Elizabeth dimasukan ke dalam api yg menyala-nyala,sebelum meninggal dia mengucapkan syahadat dan terus berkata “Ahad… Ahad”  Akhirnya dia meninggal dunia.Sally sangat sedih atas kematian sahabatnya lalu ia berdo’a : “Ya Allah … terimalah Elizabeth di sisi-Mu” Kata Sally sambil menangis.Setelah tenang,dia ke tempat Elizabeth dibakar ,ternyata ada Al-Qur’an.Lalu Sally mengambilnya dan membukanya dan tertera nama sahabatnya :
“Elizabeth Qoura” dan kata-kata : “Aku mencintai Allah lebih dari apapun termasuk ibuku”
TAMAT

PENULIS : SHEILLA.M.S
KELAS : VII D Tsanawiyyah
Pesantren Persatuan Islam 67 Benda Kota Tasikmalaya

Cerpen Santri Benda : Rina yang Sombong dan Angkuh


Pada suatu hari Rina anak yang sombong dan angkuh itu marah terhadap ibunya, ia marah karena tak mau hidup miskin terus menerus. Memang dilihat dari ekonomi keluarganya kurang mampu,ibunya hanya menjadi seorang pedagang, sedangkan ayahnya meninggal beberapa tahun lalu. Kemarahannya semakin menjadi-jadi, sampai ia berani meninggalkan rumah.
Dijalan Rina bertemu seorang photografer yang terkenal. Lalu Pak Andi (photografer) mengajak berkenalan kepada Rina. Lalu Pak Andi mengajak Rina supaya bertemu dengannya disebuah café. Ternyata Pak Andi menawarkan Rina pekerjaan yaitu sebagai photo model. Rina langsug menerima tawaran itu.
Besoknya Rina langsung bekerja, dan setiap harinya iapun menekuni pekerjaan itu. Kini, kehidupan ekonomi Rinapun mulai berubah. Hingga ia berani meninggalkan ibunya keluar kota, dan ia lebih memilih untuk hidup sendiri. Dikesehariannya ia bergaul dengan orang-orang disekitar rumahnya yang baru. Sikap Rinapun kini berubah, sikap Rina makin hari makin melunjak. Ibunya datang ke rumah Rina, tetapi Rina malah mengusirnya. Rina begitu kejam terhadap ibunya.
Pada malam hari Rina pergi kesebuah café, tetapi ketika ia pulang ke rumah ia langsung jatuh sakit. Ia mengidap penyakit yang aneh, seluruh tubuhnya termasuk kulitnya membusuk. Lalu, ibunya menengok, Rinapun dengan segera meminta maaf terhadap ibunya. Hati seorang ibu yang tak kuasa menahan kesedihan karena melihat anaknya yang tersiksa akan sebuah penyakit, ibunyapun memaafkan kesalahannya, dan Rinapun langsung meninggal ketika itu.
Dari kisah ini kita dapat menyimpulkan seperti didalam al-Qur’an kita harus menghormati orang tua dan tidakboleh sombong.
By : ISCOPEFUN

Cerpen Santri Benda: Cinta atau Sahabat



Pada suatu hari ada seorang wanita yang bernama Rita. Rita adalah wanita yang cantik, baik dan pintar. Dia bersekolah di SMA Tarumanegara, kepada semua temannya dia ramah. Hingga akhirnya dia mempunyai seorang sahabat yang bernama Angel. Angel sangat dekat dengan Rita, saking dekatnya mereka selalu jalan bersama kemanapun.
Saat Rita sedang berjalan di sekitar taman menuju rumah Angel, dia melihat seorang cowok yang sedang duduk dipinggir taman. Lalu cowok itu menyapa Rita “ hai…. boleh saya kenalan ?? “ kata cowok itu sambil menyisir rambutnya dengan jari-jarinya. Rita sedikit takut plus seneng, soalnya cowok itu terlihat sangat menarik. Ritapun membalas sapaan cowok itu. “ hai juga,.. boleh “ sambil gugup. “ Nama saya Rico kalo nama kamu siapa ?” Tanyanya senang. “ nama aku Rita “ jawab Rita. Rico itu bertanya lagi “ dimana rumah kamu ?”. “ di kompleks Permata Puri 2 No 13 blok B ” jawab Rita. “ bolehkah saya datang ke rumahmu ? “ kata Rico itu. “ boleh ,… tapi jangan sekarang, soalnya sekarang aku akan pergi ke rumah Angel dulu “ kata Rita. “ ok ! lah “ kata Rico itu senang.
Saat sampai dirumah Angel, Rita menceritakan semua peristiwa yang tadi ke Angel. Pada saat itu Angel penasaran kepada Rico.
Keesokan harinya Angel datang ke rumah Rita. Saat itu dirumah Rita ada seorang cowok yang keren. Angel menanyakan cowok itu ke Rita. “ Rita siapa cowok itu ? “ Tanya Angel. Rita menjawab “ oh, ini Rico yang aku ceritakan kemarin “ “ oh ya Rico ini Angel sahabat aku yang paling baik “ kata Rita.
Mereka bertigapun saling kenal. Lalu Angelpun merasa aneh pada perasaannya. Angelpun jatuh cinta pada Rico, dan Rita juga begitu. Beberapa bulan kemudian Ricopun menyatakan cintanya kepada Rita. Ritapun menerimanya. Hal itu diceritakan kepada sahabatnya Angel,  Angelpun merasa cemburu. Angelpun marah kepada Rita, tapi dia menutupi kemarahannya. Ritapun bingung kenapa Angel terlihat marah padanya, Ritapun sadar bahwa Angel punya perasaan kepada Rico. Akhirnya Ritapun memutuskan hubungannya dengan Rico. Ricopun kaget kenapa Rita memutuskan hubungan tanpa sebab. Rita menjelaskan kepada Rico semuanya bahwa Angel juga punya perasan ke Rico, dan Ricopun akhirnya mengerti.
Kemudian Ritapun melihat Angel sedang duduk sendiri di taman., dan Ritapun menghampiri Angel. “ Angel … aku tahu kenapa kamu marah sama aku, sekarang aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sama Rico, aku lebih memilih persahabatan daripada cinta, karena cinta akan datang sendiri tanpa dikejar “ tutur Rita. Angelpun menangis mendengar perkataan Rita yang sangat menyentuh hatinya. Angelpun berkata “ Rita ma’afin aku yah karena aku sudah merusak hubungan kamu sama Rico “. Rita menjawab “ jangan pernah menangisi cowok itu, tidak ada gunanya, sekarang kita sahabatan lagi yah, biarkan saja Rico, jangan terlalu dipikirkan “.
Akhirnya mereka berdua akur lagi, dan mereka memilih persahabatan dari pada cinta.
By : Iscopefun

Cerpen Santri Benda: Kesabaran Sang Ibu


Terinspirasi dari : QS. Al –Mumtahanah (perempuan yang diuji)
Kukuruyuk…….
Pagi-pagi seperti biasanya Ibu Mus seorang wanita paruh baya itu bangun dari tidurnya, dan langsung mengambil air wudhu. Selesai shalat Ibu MUs langsung bersiap-siap untuk pergi ke tempat kerjanya yang berlokasi jauh dari tempat tinggalnya. Ibu Mus bekerja sebagai petani teh, ia hanya bisa mengandalkan pekerjaan itu untuk menghidupi 3 anaknya, gaji yang ia dapatkan dari hasil kerjanya tak seberapa yaitu Rp 100.000,00/bulan.
Semangatnya tak pernah luntur walau terik matahari menerpa tubuhnya.
“ assalamu’alikum “. Sapa Bu Mus. “ wa’alikum salam “. Jawab petani lainnya. “ semangat ya ibu-ibu untuk kerja hari ini “. Kata Bu Mus. “ ia Bu Mus marikita semangat “. Kata salah seorang petani. Biasanya Bu Mus bekerja dari pagi sampai sore, dan pada sore harinya Bu Mus berjualan gorengan yang dibuat ole hank pertamanya yang bernama Rohayati. Rute yang ia lalui untuk berjualan gorengan adalah keliling kampong dan kampong sebelah, tapi kalau gorengan yang ia jualankan hanya laku sedikitia bisa-bisa sampai kota untuk menjualnya. Hasil dari gorenganpun tak seberapa, kalau lagi ramai yang beli biasanya jumlah yang diperoleh bisa sampai Rp 25.000,00 tapi kalau sepi hanya dapat Rp 10.000,00.
Bu Mus kembali dari berjualan gorengan pada maghrib hari. “ assalaamu’alikum anak-anak, ibu pulang “. Tutur Bu Mus. Wa’alaikum salaam Bu… “. Jawab Yanti anak keduanya. “ Ti, kakak mu dan adik mu mana ? “. Tanya Bu Mus. “ oh, itu Bu kak Rohyati lagi masak untuk makan malam kita, kalo de’ Santi lagi ngerjain tugas sekolah “. Jawab Yanti. “ oh, kalau gitu ibu mau mandi dan shalat maghrib dulu ya nak “. Seusai Shalat Maghrib, Bu Mus selalu berdo’a dan berkeluh kesah kepada sang pencipta . Dia adalah perempuan yang sabar, dia adalah wanita yang ditinggal suaminya 2 tahun lalu, suaminya meninggal akibat struk, karena kekurangan biaya Bu Mus tidak bisa membawa suaminya ke rumah sakit untuk dirawat. Bu Mus, wanita muslimah yang sabar, dermawan dan penyayang, raut wajahnya yang cantik membuktikan bahwa dia wanita yang sangat tegar dalam menghadapi ujian hidupnya.
Bu Mus bertekad bahwa dia akan menyekolahkan ke-tiga anaknya kejrnjang yang lebih tinggi, dia tak ingin anak-anaknya merasakan kepahitan hidupnya yang kini ia rasakan . Dia yakin bahwa Allah SWT selalu bersamanya.

Maulidya FA
VIII Tsanawiyyah
Pesantren Persatuan Islam 67 Benda
Kota Tasikmalaya