Selasa, 26 Maret 2013

Prinsip Etos Kerja Bagi Seorang Muslim

Suatu keharusan dalam kehidupan di dunia ini adalah bekerja, sebagai seorang yang beriman diharuskan mampu survive, bangkit membangun peradaban yang islami seperti yang pernah diraih oleh umat terdahulu. Dan untuk mencapai itu tidaklah cukup ditempuh dengan bekerja keras saja tetapi harus dengan kerja cerdas.
Pandangan tentang Etos Kerja bagi seorang Muslim haruslah sama, yakni bahwa memang jaminan rezeki telah digariskan oleh Allah SWT tetapi kemalasan dalam pandangan Islam tidak mempunyai tempat. Faham Fatalisme atau faham pasrah pada nasib tidaklah dikenal dalam Islam. Dengan tegas dalam Al-Qur’an Firman Allah, "...maka carilah rezeki di sisi Allah, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada Allah. Hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan” (Qs Al-Ankabut: 17).
Berdasarkan ayat di atas, rezeki itu harus diusahakan menkonfirmasi ayat di atas, firman Allah pada ayat lain menyatakan, cara mendapat rezeki adalah dengan bekerja. “Jika shalat telah ditunaikan, maka menyebarlah kalian di muka bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kalian beruntung” (Qs Al-Jumu’ah: 10).
Dan banyak pula ayat lain bahkan menyatakan, dijadikannya siang terang agar manusia mencari rezeki dari Allah (Qs Al-Isra: 12), terlihatnya bahtera berlayar di lautan agar manusia mencari karunia Allah (Qs An-Nahl: 14), adanya malam dan siang agar manusia beristirahat pada waktu malam dan bekerja pada waktu siang (Qs Al-Qashash: 73).
Masih banyak ayat serupa. Intinya, rezeki Allah hanya akan diperoleh dengan etos kerja tinggi. Bagaimana teknis pelaksanaan etos kerja sebagaimana perintah Allah di atas?

Riwayat  Al-Baihaqi dalam ‘Syu’bul Iman’ ada prinsip etos kerja yang diajarkan Rasulullah ada empat. Keempat prinsip itu wajib dimiliki kaum beriman jika ingin menghadap Allah dengan wajah berseri bagaikan bulan purnama.

Pertama, bekerja secara halal (thalaba ad-dunya halalan).
Halal dari segi jenis pekerjaan sekaligus cara menjalankannya. Antitesa dari halal adalah haram, yang dalam terminologi fiqih terbagi menjadi ‘haram lighairihi’ dan ‘haram lidzatihi’.
Analoginya, menjadi pejabat adalah halal. Tetapi jika dalam jabatan itu digunakan mengkorupsi uang rakyat, status hukumnya jelas menjadi haram. Jabatan yang semula halal menjadi haram karena ada faktor penyebabnya. Itulah ‘haram lighairihi’. Berbeda dengan preman. Dimodifikasi bagaimanapun ia tetap haram. Keharamannya bukan karena faktor dari luar, melainkan jenis pekerjaan itu memang ‘haram lidzatihi’.

Kedua, bekerja demi menjaga diri supaya tidak menjadi beban hidup orang lain (ta’affufan an al-mas’alah).
Kaum beriman dilarang menjadi benalu bagi orang lain. Rasulullah pernah menegur seorang sahabat yang muda dan kuat tetapi pekerjaannya mengemis. Beliau kemudian bersabda, “Sungguh orang yang mau membawa tali atau kapak kemudian mengambil kayu bakar dan memikulnya di atas punggung lebih baik dari orang yang mengemis kepada orang kaya, diberi atau ditolak” (HR Bukhari dan Muslim).
Dengan demikian, setiap pekerjaan asal halal adalah mulia dan terhormat dalam Islam. Lucu jika masih ada orang yang merendahkan jenis pekerjaan tertentu karena dipandang remeh dan hina. Padahal pekerjaan demikian justru lebih mulia dan terhormat di mata Allah ketimbang meminta-minta.

Ketiga, bekerja demi mencukupi kebutuhan keluarga (sa’yan ala iyalihi).
Mencukupi kebutuhan keluarga hukumnya fardlu ain. Tidak dapat diwakilkan, dan menunaikannya termasuk kategori jihad. Hadis Rasulullah yang cukup populer, “Tidaklah seseorang memperoleh hasil terbaik melebihi yang dihasilkan tangannya. Dan tidaklah sesuatu yang dinafkahkan seseorang kepada diri, keluarga, anak, dan pembantunya kecuali dihitung sebagai sedekah” (HR Ibnu Majah).
Tegasnya, seseorang yang memerah keringat dan membanting tulang demi keluarga akan dicintai Allah dan Rasulullah. Ketika berjabat tangan dengan Muadz bin Jabal, Rasulullah bertanya soal tangan Muadz yang kasar. Setelah dijawab bahwa itu akibat setiap hari dipakai bekerja untuk keluarga, Rasulullah memuji tangan Muadz seraya bersabda, “Tangan seperti inilah yang dicintai Allah dan Rasul-Nya”.

Keempat, bekerja untuk meringankan beban hidup tetangga (ta’aththufan ala jarihi).
Penting dicatat, Islam mendorong kerja keras untuk kebutuhan diri dan keluarga, tetapi Islam melarang kaum beriman bersikap egois. Islam menganjurkan solidaritas sosial, dan mengecam keras sikap tutup mata dan telinga dari jerit tangis lingkungan sekitar. “Hendaklah kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian harta yang Allah telah menjadikanmu berkuasa atasnya.” (Qs Al-Hadid: 7).
Lebih tegas, Allah bahkan menyebut orang yang rajin beribadah tetapi mengabaikan nasib kaum miskin dan yatim sebagai pendusta-pendusta agama (Qs Al-Ma’un: 1-3). Itu karena tidak dikenal istilah kepemilikan harta secara mutlak dalam Islam. Dari setiap harta yang Allah titipkan kepada manusia, selalu menyisakan hak kaum lemah dan papa.

Demikianlah, perlu ditegaskan bahwa kemuliaan pekerjaan sungguh tidak bisa dilihat dari jenisnya. Setelah memenuhi empat prinsip di atas, nilai sebuah pekerjaan akan diukur dari kualitas niat (shahihatun fi an-niyat) dan pelaksanaannya (shahihatun fi at-tahshil). Itulah pekerjaan yang bernilai ibadah dan kelak akan mengantarkan pelakunya ke pintu surga.

Mudah-mudahan ini menjadi refleksi terhadap Etos Kerja yang biasa kita lakukan sehari-hari. Amin.
Diaplikasikan untuk : Pakaian Baju Muslim Pria

Hikmah Shalat Tahajud atau Qiyamul Lail

Idealnya setiap Muslim punya kemauan kuat melaksanakan shalat Tahajud / Qiyamul lail setiap malam dan membiasakannya. Hal ini harus didorong karena hikmah dari shalat tahajud ini sangatlah besar baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.

Rasulullah, para sahabat dan orang-orang sholeh yang terdahulu telah membiasakan kegiatan shalat tahajud / qiyamul lail menjadi suatu “kemestian” setiap malamnya. Dalam suatu Riwayat dikatakan bahwa:

Orang-orang saleh zaman dahulu tekun menjalankannya, baik pada musin panas maupun dingin. Mereka memandang seolah-olah shalat Tahajud itu adalah sesuatu yang wajib (HR Tirmidzi).

Mereka merasa jika terlewatkan sekali saja mereka menganggap itu sebagai musibah yang besar baginya. Hikmahnya, selain sebagai “mesin keimanan”, Tahajud / Qiyamu Lail memberikan banyak manfaat besar dalam kehidupan mereka yang istiqamah menjalankannya, diantaranya:

Pertama, untuk Terapi Pengobatan.

Shalat Tahajud / Qiyamul Lail menjadi solusi terapi pengobatan terbaik dari berbagai macam penyakit ini tak terbantahkan. Oleh sebab itu, orang-orang yang membiasakan diri untuk shalat Tahajud akan memiliki daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Rasulullah SAW bersabda, “Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh.” (HR Tirmidzi).

Kedua, Memelihara Penampilan

Setap manusia pasti mendambakan penampilan ketampanan/kecantikan dalam dirinya. Nah, melalui terapi shalat Tahajud, seseorang dapat meraih apa yang didambakannya, tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun. Jaminan ketampanan/kecantikan itu tidak terbatas pada tampilan lahir, juga dapat menghasilkan ketampanan/kecantikan batin.

Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan/cantik di siang harinya.” (HR Ibnu Majah).

Ketiga, Meningkatkan Hasil Kerja yang Produktif

Selain manfaat untuk kesehatan dan merawat ketampanan/kecantikan, shalat Tahajud juga diyakini dapat meningkatkan produktifitas kerja yang berbasis spiritualitas.

Oleh karena itu, salah satu program untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang handal secara intelektual, emosional, dan spiritual adalah membiasakan shalat Tahajud pada setiap malamnya.

Rasulullah SAW bersabda, ”Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata: ”Malam masih panjang, maka tidurlah”. Jika orang tersebut bangun lalu berdzikir kepada Allah SWT, maka terlepas satu ikatan, jika dia berwudhu, maka terlepas satu ikatan yang lainnya, dan jika dia melaksanakan shalat, maka terlepas semua ikatannya. Yang pada nantinya dia akan menjadi segar (produktif) dengan jiwa yang bersih, jika tidak, maka dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas.” (HR Bukhari).

Keempat, Tercapainya Cita-cita dan Rasa Aman.

Selain dengan usaha (ikhtiar) secara maksimal guna menggapai cita-cita dan rasa aman, seseorang hendaknya membiasakan diri untuk shalat Tahajud, karena do’a yang mengiringi Tahajud akan dikabulkan oleh Yang Maha Mengabulkan.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat.

Allah berfirman kepada para Malaikat-Nya, “Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?” Mereka menjawab, “Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu.” Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan (cita-citakan) dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR Ahmad).

Mudah-mudahan dengan mengetahui hikmah yang terkandung dalam shalat tahajud atau qiyamul lail ini kita mendapatkan bimbingan Allah SWT sehingga dapat mendawamkan atau membiasakannya dan segera dapat merasakan manfaatnya. Amin.

Renungan Malam

Ketika Sore datang sang senja mulai tenggelam begitu juga mentari yang mulai meredup, saat itulah aku songsong malam hari yang selalu jadi misteri.

Seringkali aku merenung nampaknya malam ini sedang murung, malam nampak terlena, malam nampak gelisah dengan ketidakpastiannya. Sesekali aku merasa malam seperti karang ditengah lautan, mencoba tegar menghadapi ketakutannya sendiri.

Bahagiaku tak terkira bila malam tampil bersama kawan sejatinya, ada bulan yang selalu menemani kemanapun malam datang dan pergi, ada bintang yang memancarkan keindahan dan gemerlap malam.

Semua menjadi satu dalam kegembiraan yang tak terlukiskan. Apalagi bila malam tiba, mampu memberi kehangatan kepada manusia dan seluruh makhluk penghuni jagad raya.

Saat seperti inilah aku merasa malam mampu untuk tersenyum.

Namun saat awan kelam datang, perubahan kondisi bergerak begitu cepat, bulan yang selalu menemani terpaksa berlindung dibalik gumpalan awan, bintang tidak sama sekali bersinar. Lantas seketika malam pun sedikit meredup, senyum indah yang mulai terlihat kembali mengkerut, hening hening gelisah keadaan malam.

Sementara dari pojokan alam, riuh rendahnya rerumputan, lalu lalang manusia, menggeliatkan bahwa malam tidak sendiri, malam masih ada teman meski bulan dan bintang “berkhianat” kepada malam.

Sungguh tegar kau malam, saat tak tersenyum masih saja memberikan kehidupan kepada semua makhluk. Memberikan kenyamanan untuk manusia melepaskan penat. Memberi ruang kepada insan malam mencari nafkah, menemani manusia untuk sekedar memuaskan hasrat seksual, mengiringi para pemulung, para pedagang untuk menyambung kehidupan esok hari.

Mungkin aku tidak pernah mendengar malam mengeluh, meskipun malam selalu dikotori oleh insan bejad dari berbagai penjuru. Insan yang melakukan pemerkosaan, insan yang melakukan pesta pora dunia, insan yang memanfaatkan malam untuk melakukan perampokan, melakukan pesugihan, melakukan perencanaan kejahatan, berzina atau hanya sekedar menenggak minuman keras dan dan menikmati racun Narkotika.

Tapi apakah malam melampiaskan kemarahan? Nyatanya tidak.

Mungkin malam sesekali mengekspresikan kegelisahannya dengan menurunkan air hujan, menggaduhkan suasana dunia dengan petir dan gledeknya. Hanya itu, mungkin itu, yang ia bisa lakukan untuk membersihkan dunia dari kebejadan meski hanya sesaat.

Namun ketika aku melihat dari kacamata yang lain, aku menemukan keistimewaan malam dan mungkin ini pelajaran dari malam untuk pentingnya hidup seimbang.

Saat banyak insan yang melakukan kebejadan, tak sedikit juga insan yang memperlakukan malam dengan suatu situasi penuh keberkahan.

Ada insan yang menghabiskan malam untuk berdzikir dan mendekatkan diri kepada-Nya, bersembahyang mencari ketenangan dan jawaban hidup, melaksanakan perintah untuk mendiri dan menghidupkan qiyamul lail, untuk belajar ditengah keheningan malam, bahkan walau hanya untuk sekedar menyiapkan barang dagangan.

Subhanalloh.. Luar Biasa pelajaran yang kau berikan malam.

Namun aku kadang suka berpikir, apakah insan bernyawa merasakan pelajaran dari sang malam ini. Hemph, Biarlah aku tak peduli dengan mereka-mereka, mungkin geram dihatiku beranggapan insan tersebut hanya menjadikan malam sebagai kondisi untuk melepaskan keletihan, kepenatan, kejenuhan setelah seharian beraktifitas. Berapa waktu yang kau berikan dalam sehari, seminggu, sebulan, setahun untuk merasakan pelajaran dari sang malam. Satu batasan rendah jika kau tidak mau belajar dengannya adalah minimal kau mampu mengucapkan terima kasih kepada malam.

Jangan kau hanya mau menikmati pelayanan sang malam saja, memang malam tidak pernah marah meskipun kita melupakan bahkan mengacuhkannya. Tapi sejenak luangkanlah waktumu untuk bersyukur dengan adanya malam. Tak akan pernah terbayang jika 24 jam semuanya siang. Kapan kau akan istirahat ? kapan kau akan mendapatkan keheningan dunia ?.

Tapi aku tak akan memaksamu, apalagi menyeret dan menelanjangimu untuk bersujud kepada malam.

Ya inilah sesuatu yang hanya merupakan jeritan pribadi dan hatiku, yang ingin selalu menawarkan sesuatu diantara ketidak adaan.

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya”. QS Al Qashash : 173

Menyembuhkan Wasir Dengan Obat Alami

Menyembuhkan Wasir Dengan Obat Alami - Wasir, atau sering disebut ambeien (dalam bahasa Inggris atau Latin disebut Hemorrhoid dan dalam bahasa kedokteran disebut Piles) adalah penyakit atau gangguan pada anus dimana Sphinchter Ani atau bibir anus, mengalami pembengkakan yang kadang-kadang disertai pendarahan.  Wasir terbukti sangat menyiksa penderitanya, terutama saat duduk atau berdiri terlalu lama. Parahnya, wasir yang berkelanjutan dapat menyebabkan perdarahan pada anus.
Solusi pengobatan untuk menyembuhkan wasir ini dapat dengan menggunakan obat-obatan yang dijual menjanjikan bahkan ada juga dengan tindakan. Namun, semua itu pastilah memiliki efek samping. Untuk meminimalisir dampak negatif dari obat-obatan, Anda bisa menggunakan bahan alami ini untuk membantu penyembuhan wasir.

1. Lidah buaya (Aloe Vera)
Lidah buaya dipercaya mampu mengobati wasir dari dalam dan luar. Untuk pengobatan luar, oleskan daging lidah buaya pada tonjolan wasir. Sebagai pengobatan dalam, Anda bisa mengonsumsi daging lidah buaya secara teratur untuk meringankan gejala hemoroid.
Bagi orang yang alergi dengan lidah buaya disarankan untuk terlebih dahulu mengoleskan pada kulit. Gunakan lidah buaya bila kulit tidak menunjukkann reaksi gatal atau kemerahan.

2. Bawang putih
Untuk mengobati wasir yang ada di dalam dubur, masukan bawang putih yang berukuran kecil ke dalam dubur sebelum tidur. Untuk wasir yang ada di luar dubur, oleskan bawang putih yang sudah ditumbuk pada wasir.

3. Madu dan Cuka Apel
Cuka apel berkhasiat untuk mengecilkan pembuluh darah yang bengkak. Sementara madu bermanfaat sebagai anti-inflamasi dan mempercepat penyembuhan luka. Untuk mengobati wasir, campurkan kedua bahan alami tadi lalu oleskan pada wasir.

4. Plantago Ovata
Masalah penyebab utama wasir adalah kurangnya asupan serat yang dikonsumsi. Plantago ovata adalah salah satu sumber serat larut seperti gelatin didalam sistem pencernaan. Plantago ovata dapat menyebabkan perlambatan dalam penyerapan obat jadi jangan diminum bersama dengan obat dan harus dicampur air terlebih dahulu.

Sumber: tipskesehatan.web.id

Minggu, 24 Maret 2013

Layanan Google Reader Akan Dihentikan pada 1 Juli 2013

Google baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka secara resmi menghentikan layanan Google Reader. Penghentian layanan tersebut pun akan mulai secara resmi efektif pada 1 Juli 2013.
Dalam pernyataan resminya, Google mengatakan bahwa sebenarnya Google Reader masih memiliki pengguna yang loyal. Sayangnya, mereka mengakui baha pengguna layanan ini terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu.
Selanjutnya, pihak Google memang sengaja untuk memberi waktu kepada para pelanggannya untuk menggunakan layanan ini hingga 1 Juli mendatang. Dengan waktu selama tiga bulan, mereka berharap agar para pengguna layanan Google Reader memiliki waktu yang cukup untuk mengekspor data.
Mengenai pengganti Google Reader, pihak Google juga telah menyarankan beberapa aplikasi serupa. Untuk pengguna BlackBerry, mereka menyarankan agar memakai aplikasi berbasis HTML5. Selain itu terdapat pula aplikasi serupa Google Reader seperti Feedly atau Reedy.
Alan Green, selaku Software Engineer Google mengumumkan lewat blog resmi Google reader, dimana layanan Google reader yang merupakan salah satu layanan RSS Reader online tersebut akan dihentikan mulai bulan Juli 2013 mendatang.
Penutupan layanan Google Reader ini cukup beralasan mengingat pengguna dari layanan ini kian hari terus menurun dan Google akan lebih fokus ke bisnis inti yang selama ini mereka buka.
Jika anda memiliki akun di Google reader, anda bisa melakukan backup terhadap semua data seperti situs mana saja yang anda ikuti dan semua data folower serta folowing dan juga notes akan dapat dibackup melalui layanan Google Takeout. Untuk selanjutnya, data backup (yang berupa file JSON) tadi bisa di-import ke layanan lain yang ada.
Diambil dari berbagai Sumber.
Sumber Utama:  Google Takeout

Air Kelapa Kaya Gizi dan Syarat Akan Khasiat


Air kelapa seringkali kita anggap sebagai air pelepas dahaga saja, apalagi bila diolah dan dikemas dengan baik bisa dibuat sebagai nata de coco, kecap, dan bahkan dijadikan salah satu minuman kesehatan semacam energy drink.

Kandungan air kelapa kaya akan potasium (kalium), mineral, air kelapa dan juga mengandung gula (bervariasi antara 1,7 sampai 2,6 persen) dan protein (0,07-0,55 persen). Karena komposisi gizi yang demikian itu, air kelapa berpotensi dijadikan bahan baku produk pangan.

Di Filipina, air kelapa dimanfaatkan untuk proses pembuatan minuman, jelly, alkohol, dektran, cuka, dan nata de coco. Di Indonesia, air kelapa digunakan sebatas sebagai minuman (air kelapa muda) dan media pembuatan nata de coco. Yang tak kalah menarik, air kelapa juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional dan perawatan kecantikan. Sementara itu, daging buah kelapa muda yang masih seperti susu sangat baik dikonsumsi anak-anak yang menderita kekurangan gizi (nutritional defyciency).Kaya gizi

Air kelapa memiliki karakteristik cita rasa yang khas. Di samping itu, air kelapa juga punya kandungan gizi, terutama mineral yang sangat baik untuk tubuh manusia. Kandungan yang terdapat dalam air kelapa tidak hanya unsur makro, tetapi juga unsur mikro. Unsur makro yang terdapat adalah karbon dan nitrogen.

Unsur karbon dalam air kelapa berupa karbohidrat sederhana seperti glukosa, sukrosa, fruktosa, sorbitol, dan inositol. Unsur nitrogen berupa protein yang tersusun dari asam amino, seperti alin, arginin, alanin, sistin, dan serin. Sebagai gambaran, kadar asam amino air kelapa lebih tinggi ketimbang asam amino dalam susu sapi.

Selain karbohidrat dan protein, air kelapa juga mengandung unsur mikro berupa mineral yang dibutuhkan tubuh. Mineral tersebut di antaranya kalium (K), natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P), dan sulfur (S). Yang cukup mencengangkan, dalam air kelapa juga ditemukan berbagai vitamin. Sebut saja vitamin C dan berbagai asam seperti, asam nikotinat, asam pantotenal, dan asam folat. Vitamin B kompleks yang dikandungnya antara lain niacin, riboflavin, dan thiamin.

Sarat khasiat

Buah yang nama botaninya adalah Cocos nucifera ini dikenal dengan nama "Wonder Food". Disebut demikian karena banyak kandungan nutrisi di dalam buah itu yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Di beberapa daerah di tanah air, kelapa merupakan buah yang sakral bahkan cenderung "magis" karena perannya yang sangat penting dalam berbagai ritual keagamaan dan seremonia adat. Dalam mitologi Hindu, kelapa disebut sebagai Tree of Heaven karena kelapa dipercaya dapat membawa kekuatan, kesehatan, umur yang panjang, dan kedamaian.
Kandungan mineral alami dan protein berkualitas tinggi di dalam kelapa sangat baik untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel dalam tubuh. Airnya dikenal sebagai air mineral dan merupakan minuman penyegar. Kandungan gula yang terdapat pada air kelapa mudah diserap oleh tubuh. Air kelapa merupakan tonik yang sangat baik untuk kesehatan. Air yang terdapat dalam satu buah kelapa cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin C dalam sehari.

Seperti yang kita ketahui, walau kandungan nutrisi yang dikandung air kelapa cukup tinggi namun bersifat isotonik. Secara alami, air kelapa mudah memiliki komposisi mineral dan gula yang sempurna sehingga punya kesetimbangan elektrolit yang sempurna pula, sama halnya dengan cairan tubuh manusia. Itu sebabnya mengapa air kelapa dapat digunakan sebagai pengganti cairan infus. Mengingat komposisi mineral yang dikandungnya, air kelapa punyaipotensi besar untuk dikembangkan sebagai minuman isotonik alami.
Kita ingat, orang tua kita dulu sering memberi kelapa muda hijau ketika menderita demam atau campak. Mereka yakin air kelapa mampu menurunkan panas dalam. Ketika demam, air kelapa dan air putih diminum secara berselang seling untuk mengurangi panas dan rasa sakit.

Minuman air kelapa muda dan memakan dagingnya dapat meredakan kegerahan, mulut kering, demam dengan kehausan, serta penyakit diabetes. Selain itu, minum air kelapa muda dipercaya membuang racun dalam darah. Namun perlu diperhatikan, terlalu banyak minum air kelapa muda menyebabkan sedikit rasa lemas sementara. Bagi yang memiliki gangguan pada tulang, disarankan tidak mengonsumsi air kelapa berlebihan.

Selain itu, ada tradisi di masyarakat yang mengharuskan ibu yang sedang hamil tua untuk sering minum air kelapa muda. Air kelapa ini dipercaya dapat membersihkan janin di dalam rahim sehingga kelak jika si jabang bayi keluar, menjadi bersih, tidak kurapan seperti lemak kering yang menempel pada kulit si bayi.

Air kelapa juga dikenal sebagai obat tradisional kuno yang sangat efektif dalam membasmi berbagai jenis cacing merugikan di dalam usus. Juga sangat baik diminum di pagi hari sebelum mengonsumsi makanan lainnya. Hal itu sangat dianjurkan dilakukan bagi penderita gastritis atau hyperacidity.

Di samping itu, air kelapa sangat bermanfaat dalam pengobatan colitis, luka dalam lambung, diare, disentri, dan wasir. Air kelapa dapat pula mengatasi kerusakan sistem saluran cerna seperti mengurangi gas dalam lambung, mual-mual, dan salah cerna. Bila ditambah madu, sangat baik untuk diminum menjelang tidur bagi yang kesal dengan batuk kering yang diderita.

Bagi penderita kolera, campuran jus jeruk nipis dan air kelapa sangat membantu untuk penyembuhan. Manfaat lain, diketahui air kelapa bersifat diuretic sehingga ccocok untuk mengobati kerusakan saluran kemih, seperti sering kencing, albuminuria, serta membantu dalam penghancuran batu di saluran kemih maupun ginjal.

Dari beberapa penelitian, ternyata air kelapa juga dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroba, misalnya Acetobocter xylinum untuk produksi nata de coco. Bahkan, saat ini dikembangkan pembuatan minuman berenergi dari air kelapa sebagai alternatif dari sekian banyak minuman energi di pasaran.

#dari berbagai sumber

Makna Syukur Nikmat

Pada postingan kali ini, saya bahas tentang makna syukur nikmat. Hal ini menjadi penting, sebab apabila direnungkan secara mendalam, ternyata memang banyak nikmat Allah yang telah kita terima dan gunakan dalam hidup ini. Demikian banyaknya sehingga kita tidak mampu menghitungnya. Allah berfirman, 
''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS 16: 18).

Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat dengan menggunakannya pada tempat dan sesuai dengan kehendak pemberinya. Sedangkan kufur adalah menyembunyikan dan melupakan nikmat. Allah SWT berfirman, ''Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'.'' (QS 14: 7).

Pada dasarnya, semua bentuk syukur ditujukan kepada Allah. Namun, bukan berarti kita tidak boleh bersyukur kepada mereka yang menjadi perantara nikmat Allah. Ini bisa dipahami dari perintah Alah untuk bersyukur kepada orang tua yang telah berjasa menjadi perantara kehadiran kita di dunia. Firman Allah SWT, ''Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kamu kembali.'' (QS 31: 14). 

Perintah bersyukur kepada orang tua sebagai isyarat bersyukur kepada mereka yang berjasa dan menjadi perantara nikmat Alloh. Orang yang tidak mampu bersyukur kepada sesama sebagai tanda ia tidak mampu pula bersyukur kepada Alloh swt . Nabi bersabda, ''Siapa yang tidak mensyukuri manusia, maka ia tidak mensyukuri Alloh.'' (HR Tirmidzi). 

Manfaat syukur akan menguntungkan pelakunya. Allah tidak akan memperoleh keuntungan dengan syukur hamba-Nya dan tidak akan rugi atau berkurang keagungan-Nya apabila hamba-Nya kufur. Allah berfirman, ''Dan siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia.'' (QS 27: 40).

Ada beberapa cara mensyukuri nikmat Allah swt. Pertama, syukur dengan hati. Ini dilakukan dengan mengakui sepenuh hati apa pun nikmat yang diperoleh bukan hanya karena kepintaran, keahlian, dan kerja keras kita, tetapi karena anugerah dan pemberian Alloh Yang Maha Kuasa. Keyakinan ini membuat seseorang tidak merasa keberatan betapa pun kecil dan sedikit nikmat Alloh yang diperolehnya.

Kedua, syukur dengan lisan. Yaitu, mengakui dengan ucapan bahwa semua nikmat berasal dari Alloh swt. Pengakuan ini diikuti dengan memuji Alloh melalui ucapan alhamdulillah. Ucapan ini merupakan pengakuan bahwa yang paling berhak menerima pujian adalah Allah.

Ketiga, syukur dengan perbuatan. Hal ini dengan menggunakan nikmat Alloh pada jalan dan perbuatan yang diridhoi-Nya, yaitu dengan menjalankan syariat , menta'ati aturan Alloh dalam segala aspek kehidupan

Sikap syukur perlu menjadi kepribadian setiap Muslim. Sikap ini mengingatkan untuk berterima kasih kepada pemberi nikmat (Alloh) dan perantara nikmat yang diperolehnya (manusia). Dengan syukur, ia akan rela dan puas atas nikmat Allah yang diperolehnya dengan tetap meningkatkan usaha guna mendapat nikmat yang lebih baik.

Selain itu, bersyukur atas nikmat yang diberikan Alloh merupakan salah satu kewajiban seorang muslim.   Seorang hamba yang tidak pernah bersyukur kepada Alloh, alias kufur nikmat, adalah orang-orang sombong yang pantas mendapat adzab Allah SWT.

Allah  telah memerintahkan hamba-hambaNya untuk mengingat dan bersyukur atas nikmat-nikmatNya: “Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari nikmatKu.” (QS al-Baqarah:152)

Ahli Tafsir, Ali Ash Shobuni menjelaskan bahwa yang dimaksud “Ingat kepada Alloh” itu adalah dengan Ibadah dan Ta’at, maka Alloh akan ingat kepada kita, artinya memberikan pahala dan ampunan. Selanjutnya kita wajib bersyukur atas nikmat Allah dan jangan mengingkarinya dengan berbuat dosa dan maksiat.

Telah diriwayatkan bahwa Nabi Musa as pernah bertanya kepada Tuhannya: ”Ya Robb, bagaimana saya bersyukur kepada Engkau?  Robbnya menjawab: ”Ingatlah Aku, dan janganlah kamu lupakan Aku.  Jika kamu mengingat Aku sungguh kamu telah bersyukur kepadaKu. Namun, jika kamu melupakan Aku, kamu telah mengingkari nikmatKu”.

Di zaman sekarang ini, betapa banyak orang merefleksikan rasa bersyukur, namun dengan cara-cara yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syukur itu sendiri. Untuk itu, para ulama telah menggariskan tata cara bersyukur yang benar, yakni dengan cara beribadah dan memupuk ketaatan kepada Allah swt dan meninggalkan maksiat.

Alloh swt telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa orang-orang yang mau bersyukur atas nikmat yang diberikanNya sangatlah sedikit.  Kebanyakan manusia ingkar terhadap nikmat yang diberikan Alloh kepada mereka.   “Sesungguhnya Alloh benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas umat manusia, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukurinya.” [QS Yunus: 60]

 “Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut yang kamu berdoa kepadaNya dengan berendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): ”Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari bencana ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”   Katakanlah: ”Alloh menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukanNya.” (QS Al-An’aam: 63-64).

Ketika manusia ditimpa berbagai macam kesusahan mereka segara berdoa dan berjanji untuk bersyukur pada Allah jika bencana itu dihindarkanNya.  Akan tetapi, ketika Allah menghindarkan mereka dari bencana itu, mereka lupa bersyukur bahkan kembali mempersekutukan Allah swt.   Betapa banyak orang menangis, meratap, memelas dan merengek-rengek meminta kepada Alloh swt agar dihindarkan dari kesusahan hidup; masalah pribadi, soal pekerjaan, musibah, dsb.  Akan tetapi, ketika Alloh menghindarkan mereka dari kesusahan mereka kembali lalai, bermaksiat, bahkan menerapkan aturan-aturan selain aturan Allah.   Bukankah hal ini termasuk telah menyekutukan Allah swt?   Wallahu a'lam
Baca Juga: Membahas Makna Syukur